Masalah
Rumah produksi menjual hasil karya, bukan daftar layanan. Portofolio video yang dititipkan ke platform pihak ketiga kehilangan dua hal sekaligus: identitas visual pemiliknya dan kendali atas urutan tayang.
Yang dibutuhkan pembeli jasa juga sederhana: lihat hasilnya, tahu siapa timnya, lalu hubungi. Setiap klik yang membawa mereka keluar situs adalah kesempatan yang hilang.
Yang kami bangun
Satu halaman statis dengan slide pembuka tiga panel yang menahan gambar penuh layar dan satu kalimat per panel. Di bawahnya, sebelas karya disusun sebagai kartu; tombol lihat membuka pemutar video di jendela lapisan, jadi karya diputar tanpa berpindah halaman.
Bagian layanan memecah enam kemampuan, dari fotografi sampai studio kreatif. Daftar klien dan empat penghargaan dari 2016 sampai 2019 diletakkan setelahnya sebagai bukti, bukan sebagai pembuka. Tim ditampilkan dengan peran dan tautan sosial masing-masing, dan kontak kantor ditutup dengan alamat, surel, dan nomor telepon.
Hasil
Tanpa basis data, tanpa pemutar video pihak ketiga di halaman utama, dan tanpa halaman terpisah untuk setiap karya. Berkasnya kecil, sehingga slide pembuka dan pemutar video tetap ringan dibuka dari ponsel di lapangan.
Lima tahun setelah terbit, strukturnya masih bisa dibaca tanpa perubahan: menambah karya berarti menambah satu kartu dan satu berkas video.
